Wahai saudara dan saudariku, waspadalah dengan peristiwa yang telah lalu!

Janganlah menjalin hubungan dengan wanita bila belum mampu menikah, karena hal ini akan mengganggu ibadah dan aktivitas lainnya.

Hendaklah wanita waspada atas bualan kaum laki-laki, boleh jadi dia hanya main-main atau iseng. Hati-hati terhadap janji palsu, apalagi dengan laki-laki yang belum dikenal atau ada tanda tidak baik akhlaqnya, karena laki-laki yang baik din (agama)nya tentu dia malu berbicara macam-macam kepada wanita yang bukan mahromnya.

Wahai suadariku, jika seorang pria berjanji akan menikah denganmu dan kamu setuju karena din dan akhlaqnya yang mulia –untuk menghindari penipuan dan bahaya lainnya- maka segeralah minta kepastian agar dia datang ke rumah orang tuamu, supaya cepat selesai urusannya. Hindarkan diri dari surat menyurat dan bicara dengannya lewat media apapun.

Jika wanita sudah layak menikah dan ada pria, yang agama dan akhlaqnya baik, berminat untuk menikah dengannya, mampu memberi nafkah, maka orang tua hendaklah segera membantu meluluskan keinginan anaknya.

Wahai saudaraku, jika dirimu tertarik dengan seorang wanita dan tahu tempat tinggalnya –agar tidak mengganggu pikiran- maka segeralah menanyakan kepada orang tuanya. Bersabarlah bila ternyata ditolak karena berarti jodoh belum tiba waktunya dan insyaAllah akan ada gantinya.

Jika wanita yang kamu cintai belum menikah sedangkan kamu sudah menikah dan kamu tahu bahwa dia berharap menikah denganmmu, dia muslimah, bersih, tidak menuntut agar menceraikan istrimu yang pertama, kamupun sanggup memberi nafkah dan sanggup berbuat adil, tidak ada madhorot setelah menikah, sebaiknya anda menikah dengan dia. InsyaAllah itulah jalan yang lebih baik.

Usahakan tidak bertemu dengan wanita yang pernah kamu cintai sedangkan kamu sekarang tidak ingin menikah dengannya. Putuskan hubungan dengan baik. Bila dia datang ke rumahmu maka hendaklah ibumu atau kerabat wanitamu menemuinya dan sampaikan permintaan maaf atas kesalahanmu. Apabila dia mengirim SMS atau mengajak berbicara lewat telepon maka jangan dilayani, matikan teleponmu, bila perlu ganti nomor agar urusannya cepat selesai.

Hindari hal yang membuat dirimu ingat dengan teman lama, seperti menyimpan foto kenangan, berhubungan melalui telepon, surat menyurat, menanyakan keadaannya kepada orang lain, sering menyebut namanya dihadapan istri atau suami karena hal itu akan merusak pikiran kedua belah pihak.

Berlindunglah kepada Allah azza wa jalla dengan membaca ta’awwudz bila sedang ingat dengan teman lama, baik yang ingat itu dirimu atau istrimu.

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ باِللهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ   ”Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’rof: 200)

Bacalah ayat al-Qur’an sebanyak-banyaknya, karena dengan membaca al-Qur’an akan lenyap gangguan jiwa. Firman Allah ta’ala:

أَلاَبِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ     ”…hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram”. (QS. Ar-Ro’d: 28)

Bila ingin teman lama, sibukkan dirimu atau ajak istrimu dengan beramal baik, karena kebaikan akan melupakan dan menghilangkan kejahatan. Firman Allah:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ      ”…sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. (QS. Hud: 114)

Bila istrimu dicintai oleh teman akrabnya sebelum menikah dan dia berkata kepadamu: ”Aku mencintai istrimu karena Allah”, katakan kepadanya bahwa orang mukmin dilarang mencintai istri orang lain, perintahkan dia agar membaca surat an-Nisaa’: 24 sebagaimana disebut di atas. Ingatkan dia bahwa tujuan yang baik hendaklah dengan amal yang baik sesuai dengan syariat Islam dan upayakan istrimu tidak keluar melainkan bersama denganmu atau dengan mahromnya, nasehati istri dengan kata-kata yang baik agar tidak resah dan bersedih hati, perbanyaklah untuk membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Naas untuk menghilangkan gangguan sihir terutama saat menjelang tidur malam. Istri hendaklah tidak menceritakan hubungannya dengan teman lamanya, banyak istighfar, dan minta perlindungan kepada Allah pada saat ingat kepadanya.

Bila suamimu dicintai oleh teman lamanya sebelum menikah dan dia masih berhubungan dengannya, maka nasehati suami dengan baik dengan membacakan dalil di atas. Jika tetap belum menerima dan masih menjalin hubungan melalui telepon atau surat, bahkan dikhawatirkan akan jatuh kepada perbuatan keji, sedang suami merasa mampu untuk menikah dengannya karena dia kaya (dan adil), maka lebik baik seorang istri membantu suami agar menikah dengannya apabila wanita tersebut baik dan tidak rusak moralnya. InsyaAllah itulah jalan yang lebih baik untuk semuanya daripada minta cerai, karena perceraian menimbulkan bahaya yang lebih banyak dan belum tentu memecahkan masalah.

Demikianlah sebagian nasihat yang dapat kami persembahkan, semoga Allah menjadikan kita semua orang shalih, menjalani hidup sesuai dengan syariat-Nya.

—  S E L E S A I  —